Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Gadis di Dalam Cermin
Dia menatapku, lagi. Matanya memancarkan kesedihan bahkan meskipun ia tidak meneteskan air mata. aku tau dia terluka, tapi matanya dengan mudah menjelaskan semuanya. Akhirnya aku mendekatinya, duduk berhadapan dengannya. ia hanya melihatku, tanpa bersuara sedikitpun. Dia masih terus menatapku tepat dikedua mataku. Aku berusaha mencari jawaban atas pertanyaanku sendiri; apa yang membuatnya membisu seperti ini? Lalu dia menunduk, perlahan matanya mulai membasah. Tapi dia tidak menangis. Dia hanya menunduk, dalam diamnya, dalam keheningannya. Kurasa dia sudah lelah menangis. Karena dari matanya, dia menjelaskan padaku betapa muaknya dia dengan keadaannya. Kurasa dia hanya ingin sendiri, hanya ingin menikmati kesunyian, hanya ingin berdansa dengan kesenduan, hanya ingin bernyanyi dengan keheningan. Kurasa dia masih sanggup melewati setiap babak dalam episode kehidupannya, karena jauh sebelum hari ini, dia sudah menjadi sangat kuat. Dia sudah melewati lebih banyak fase kehidupan y...

Vansya Riona Ditawnee

“hey” aku menemuinya lagi. Dia, lagi lagi sedang melamun dihadapanku. “Kenapa kau berhenti menulis? Tidakkah kau ingin menemuiku? Tidakkah kau ingin membaginya denganku? Kenapa dengan mudah kau mengurungkan niatmu dalam menulis? Kenapa kau menolak hadirku?” aku menuntut pertanyaan begitu banyak padanya. “hhh..” Desahku. Gadis di dalam cermin ini selalu mengerti bagaimanapun aku mnutupinya. Dia menuntut banyak padaku, bertanya banyak hal yang membuatku merasa bersalah, membuatku merasa seperti menempatkannya pada posisiku. “Menurutmu, mengapa aku berhenti?” Jawabku dengan pertanyaan. Jujur, terkadang aku membencinya saat dia selalu berusaha menghindar dengan segala tuntutanku. “Kau berhenti karena kau pikir dia, -yang selalu kau jadikan inspirasi dan juga alasanmu menulis- sudah tidak ada bukan? Karena dia, -yang kau anggap selalu bersinar- kini telah redup bukan?” Ku tuntut kembali dengan segala kecamanku. DEG! Aku terkejut. Gadis itu tak pernah berbicara sedemikian kasarn...

takdir .dalam sudut pandangku

Aku duduk bersamanya .berhadapan .gadis di dalam cermin yang tak pernah sekalipun mau mencoba meninggalkanku kembali hadir dan menceritakan padaku mengenai takdir.. aku sendiripun tak begitu paham dengan apa itu takdir ,hanya saja dari ceritanya ,perlahan aku mengerti apa yang dia maksudkan . "dulu aku selalu berpikir cinta bisa menembus segalanya .saat itu aku tak tau ada kekuatan hebat lainnya yang di sebut takdir.. dan saat itu juga ,aku tak bisa melakukan apapun selain diam dan pasrah menerimanya . aku bukannya memaksa .tidak ,tak pernah sekalipun aku memaksa agar ia menuruti apa yang aku inginkan .hanya saja.. aku menuntut keadilan .aku berusaha memperjuangkan hakku agar aku tidak lagi diperlakukan seperti anjing yang diikat rantai ,bebas ,namun terpenjara .dapat kau bayangkan bukan betapa tidak nyamannya aku ? seseorang telah menghancurkan cintaku hingga tak bersisa .bahkan kepingannya pun tak ada sehingga aku semakin sulit untuk mencari apa yang menurutku hilang se...

gadis di dalam cermin

"hey" aku menyapanya gadis di dalam cermin itu menemuiku lagi aku banyak berbicara dengannya aku melihat binar matanya tak secerah yang lalu ada sedikit rasa perih yang dipantulkan di dalamnya aku tak mengerti mengapa dia tak bersemangat seperti biasanya ? apa yang membuatnya seperti ini ? gadis itu tiba tiba menunduk tubuhnya bergetar dan aku tersadar dia menangis aku tak percaya dengan apa yang ku lihat terakhir berkomunikasi dengannya , aku yakin dia tak akan seperti ini lagi tapi ini terulang , Tuhan aku membisu di hadapannya menunggu sampai dia puas untuk menghilangkan setidaknya sedikit bebannya tapi dia masih terus menangis ku perhatikan matanya benar ,dia menyimpan banyak luka yang sepertinya sulit untuk di sembuhkan aku menunggunya masih terus terdiam membisu dan memperhatikannya namun gadis itu maish enggan bercerita sepertinya dia lebih suka menyimpan sendiri masalahnya tapi sungguh , aku tak pernah ingin melihatnya seperti sekarang .

Gadis itu

gadis itu duduk terdiam membisu dengan sorot mata dengan raut wajah yang sulit ku mengerti gadis itu perlahan mengangkat wajahnya menatapku dengan tatapan kesedihan gadis itu menyorotkan tatapannya padaku mengisyaratkan kehilangan menunjukkan kepiluan gadis itu ku lihat menahan amarah berusaha menghilangkan dendam berusaha menutupi air matanya gadis itu tetap menatapku seolah ingin berbicara seolah ingin mengungkapkan gadis itu menundukkan wajahnya muramnya menitikkan air mata kemudian tersenyum kembali gadis itu kembali menatapku mengatakan padaku tentang dirinya menceritakan kepadaku tentang hidupnya gadis itu kembali terisak kembali menangis saat kembali mengingat semuanya gadis itu tersadar gadis itu menyeka air matanya gadis itu tersenyum dan gadis itu berdiri ya ,gadis itu tetap menjadi diriku gadis itu tetap berusaha tersenyum gadis itu tetap menjadi bayangan tubuhku aku pergi gadis itu pergi lalu aku kembali menoleh pada cermin...